Cara install WordPress pada Localhost (komputer) dengan XAMPP

Standard

Menginstall WordPress di localhost atau menginstall di komputer memang sangat diperlukan saat kita ingin melakukan percobaan-percobaan dengan blog WordPress sebelum diupload pada hosting. Sebelum online dan bisa diakses jutaan orang di dunia, kita wajib menguji coba blog kita dahulu.  Untuk keperluan percobaan plugin dan WordPress themes misalnya, daripada terjadi error nantinya apabila langsung diupload.

Disini saya akan memaparkan cara menginstall WordPress di localhost komputer dengan sistem operasi Windows. Bisa Windows XP, Windows Vista, maupun Windows 7. Soal menginstall di ubuntu/Linux, mohon maaf saya belum mencobanya. Ok, langsung saja langkah-langkahnya yuk!

Menginstall XAMPP pada Windows

XAMPP adalah sebuah software gratisan yang fungsinya untuk menjadikan komputer Anda menjadi server. Nah, dalam menginstall WordPress, diperlukan adanya server iniuntuk membaca/memanggil script php pada WordPress. Apabila belum memiliki XAMPP pada komputer Anda, silakan download XAMPP pada situs resmi XAMPP.

Setelah rampung mendownload XAMPP, silakan menginstallnya. Silakan pilih path pada komputer Anda, boleh pada drive C atau D. Pada tutorial kali ini, saya akan menginstall XAMPP pada drive C komputer. Double click pada XAMPP installer. 

Setelah selesai proses installasi, silakan buka XAMPP Control Panel. Biasanya nanti muncul XAMPP Control Panel di pojok kanan bawah layar komputer Anda. Aktifkan duamenu teratas pada XAMPP tersebut, yaitu menu Apache dan MySQL seperti pada gambar berikut:

Pada saat mengaktifkannya, biasanya muncul Windows Firewall yang memblokirnya. Klik pada “unblock” menu tersebut supaya Apache dan MySQL bisa jalan.

Setelah selesai menginstall XAMPP, bukalah browser Anda dan ketikkan “localhost” tanpa tanda petik pada tab browser. Apabila sukses, maka akan muncul layar seperti berikut:

Selamat, XAMPP berhasil terinstall di komputer Anda!  Sekarang waktunya menginstall WordPress pada komputer!

 

Menginstall WordPress di Komputer Sendiri

ada menu XAMPP gambar diatas, terdapat berbagai pilihan bahasa. Nah, langsung saja pilih yang bahasa Inggris. Eits, sekarang sudah download WordPress versi terbaru belum? Kalau belum, silakan download WordPress versi terbaru disini. Setelah download WordPress selesai, pastikan ukurannya sekitar 2.8Mb (pastikan tidak corrupt). Simpan file zip WordPress tersebut

pada C >> xampp >> htdocs. Kemudian klik kanan, pilih menu ekstrak disini atau extract here.

Oke, sekarang waktunya kembali ke browser “localhost” tadi. Setelah memilih menu “English”, maka akan muncul berbagai menu. Pilih satu saja menu, yaitu phpMyAdmin.

Nah, sekarang saatnya mengetik alamat localhost/wordpress pada browser Anda!  Akan muncul menu installasi WordPress disana, yang harus Anda lakukan agar install WordPress di komputer sukses adalah mengisi kolom instalasi.

Ikutilah petunjuknya, mengisi username dan password untuk login pada dashboard, hingga muncul halaman login dan baam!! Selamat Anda berhasil menginstall WordPress di komputer alias di localhost.

 

 

 

Tips belajar kosa kata bahasa Inggris yang efektif

Standard

Belajar banyak kosa kata baru merupakan suatu hal yang penting dalam berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris. Namun, seperti yang sebagian besar dari kalian mungkin sadari, hal tersebut bisa juga menjadi suatu hal yang membosankan. Artikel ini akan membahas beberapa cara yang menyenangkan dalam mempelajari kosa kata baru sehingga dapat membantu menguasai bahasa Inggris lebih cepat.

Setiap orang unik dan mempunyai caranya masing-masing dalam belajar. Cobalah beberapa metode di bawah ini dan terus lakukan metode yang menurut kamu paling menyenangkan atau efektif, atau kamu bisa menerapkan berbagai macam metode sehingga kamu tidak mudah bosan!

Sebelum kita mulai, penting untuk kamu ketahui bahwa siswa belajar kosa kata melalui dua cara:
1. “Secara kebetulan”. Ini berarti bahwa siswa belajar dengan atau tanpa disadari menggunakan ‘petunjuk konteks’ ketika mereka membaca maupun mendengar.
2. “Belajar langsung”. Dalam hal ini siswa memang berusaha untuk mempelajari kosa kata baru.
Artikel ini akan membahas mengenai belajar langsung, yang merupakan cara yang lebih efektif di antara keduanya.
Kosa kata mana yang harus dipelajari?

Kamu tidak bisa mempelajari setiap kata yang kamu dengar dan baca setiap hari. Jadi, kosa kata apa yang penting untuk kamu pelajari?
pelajari kosa kata yang penting dan terkait dengan bidang studi atau bidang kerjamu.
pelajari kosa kata yang kamu baca atau dengar terus menerus.
jangan pelajari terlalu banyak kosa kata yang tidak lazim dan tidak berguna.
4 Metode Terbaik:
1. Lihat, Tutup, Tebak, Cek

Inilah cara belajar kosa kata yang diterapkan pada anak-anak. Kamu bisa membuatnya lebih menarik dengan menggunakan berbagai macam warna. Misalnya dengan membuat  daftar tulisan seperti di bawah ini, dengan menggunakan berbagai macam warna silih berganti dari atas hingga bawah dan memastikan bahwa setiap baris menonjol:

meja    =  table
kulkas  =  fridge
mobil   =  car
pohon   =  tree

Kemudian tutuplah kolom kosa kata bahasa Inggris dengan selembar kertas. Geser kertas ke bawah setiap kamu menerjemahkan kata per kata dari bahasa Indonesia ke bahasa Inggris. Kemudian ulangi kegiatan yang sama namun kali ini dengan menutupi kolom bahasa Indonesia.
2. Catatan tempel (Post-Its)

Temukan sebanyak mungkin kata maupun frase yang ingin kamu pelajari. Tulislah setiap kata atau frase tersebut pada sebuah catatan tempel dan, jika kamu bisa, sertakanlah gambar yang dapat membantumu memvisualisasikan kata atau frase tersebut. Tempelkan catatanmu di sekitar rumah atau kantormu, pada tempat-tempat yang biasa kamu lihat setiap hari (di pintu, dekat saklar lampu, dekat telpon, di samping komputer, atau bahkan di toples kue). Setiap kamu lihat salah satu dari catatanmu, ucapkanlah kata yang telah kamu tulis tersebut. Lakukan hal ini setiap saat. Kemudian setelah beberapa hari, gantilah dengan kata-kata lainnya. Cara ini merupakan strategi belajar yang sangat efektif bagi sebagian orang.
3. Kartu flash

Cara ini merupakan metode favorit bagi mereka yang sedang belajar bahasa. Biasanya kartu-kartu kosong berwarna ini digabungkan menjadi satu dengan menggunakan ring. Caranya gampang. Tulis kata bahasa Inggris pada satu sisi dan terjemahannya dalam bahasa Indonesia di sisi lainnya. Tulis sebanyak mungkin sesuai kemauanmu. Banyak hal yang bisa dilakukan dengan menggunakan kartu-kartu tersebut, termasuk strategi berikut ini:

1.Buat tumpukan kartu dengan menggunakan 15 kartu, di mana kata dalam bahasa Inggrisnya menghadap ke atas.
2.Ambil kartu pertama dan tebak artinya dalam bahasa Indonesia.
3.Cek apakah kamu benar. Jika kamu benar, sisihkan kartu tersebut ke tumpukan ‘kartu benar’. Jika kamu salah, letakkan kartu tersebut di bawah tumpukan kartu utama.
4.Lanjutkan kegiatan ini hingga semua 15 kartu tersebut berada di tumpukan ‘kartu benar’.
Metode ini merupakan cara positif dalam belajar kosa kata baru. Kamu harus menebak dengan benar atau jika salah, kamu harus terus mencoba hingga tebakanmu benar sehingga kamu tidak pernah salah lagi!
4. Rekamlah suaramu

Perekam suara yang terdapat di hampir setiap jenis komputer maupun telpon genggam dapat membantumu belajar kosa kata baru dengan sangat mudah dan nyaman. Rekamlah suaramu ketika mengucapkan kosa kata bahasa Inggris, kemudian diikuti dengan terjemahannya dalam bahasa Indonesia. Kamu dapat menggunakan rekaman ini sebagai ‘kartu flash bersuara’; tekan pause setelah setiap kata bahasa Inggris dan tebaklah artinya dalam bahasa Indonesia.
Apa yang harus kamu ketahui tentang kosa kata yang kamu pelajari

Mempelajari arti dari setiap kata baru hanyalah merupakan langkah pertama. Kamu harus juga mempertimbangkan hal-hal berikut ini:
– ejaan
– pengucapan
– infleksi (bentuk kata benda, kata kerja, kata sifat dan kata keterangan yang berbeda-beda)
– kolokasi (yaitu  kata lain apa yang sering digunakan dengan kosa kata tersebut)
– formal atau informal

Para penutur asli bahasa Inggris mempelajari hal-hal diatas dengan cara mendengar dan membacanya berulang-ulang. Kamu pun harus melakukan hal yang sama!
Tip Terakhir – Pelajari kata baru paling tidak dua kali!

Jika suatu hari kamu sedang duduk-duduk dan mempelajari sepuluh kata baru, kemungkinan yang terjadi adalah kamu akan melupakan sebagian besar dari kata-kata tersebut dalam waktu satu minggu. Hal ini terjadi karena kata-kata tersebut hanya tersimpan dalam memori jangka pendek. Coba untuk mempelajari ulang kata-kata tersebut setelah satu minggu. Kali ini akan lebih cepat daripada pertama kali kamu mengenal kosa kata tersebut, dan ini berarti kosa kata tersebut tersimpan di dalam memori jangka panjang dan akan dapat dengan mudah kamu ingat dimasa depan.

 

Kalimat Perintah dalam Bahasa Inggris

Standard

Dalam Bahasa Indonesia, kita mengenal “kalimat perintah”,  seperti “buka bukumu”, “tutup jendela itu”, dan lain sebagainya.
Dalam bahasa inggris kalimat perintah disebut dengan Imperative Sentences. Kalimat perintah dalam bahasa inggris ada yang positif dan ada yang negative. Kalimat perintah positif dan negative dibagi menjadi dua yaitu :

  1. Verbal
  2. Nominal

Contoh Kalimat Perintah Verbal yang Positif :
1. Open The Window! (Buka Jendela itu!)
2. Close the door! (Tutup pintu itu)

Contoh Kalimat Perintah Verbal yang Negatif :
1. Don’t Open The Window! (Jangan buka jendela itu!)
2. Don’t Open the door! (Jangan buka pintu itu)

Dari kedua contoh diatas dapat kita ambil benang merah, bahwa ternyata kalimat perintah itu memiliki pola atau rumus :

  • Kalimat Perintah Positif memiliki rumus : V1 + O!

V1 = bare infinitive (verb murni) gak ada tambahan apa2 seperti s, es, ed, ing, dll
O = Object / kata benda yang kenai perbuatan

  • Kalimat Perintah Negatif memiliki rumus : Don’t + V1 + O!

Ok, sekarang kita beralih ke kalimat perintah yang Nominal.

Kalimat Perintah Nominal yang Positif :
1. Be Diligent! (Rajinlah!)
2. Be Careful! (Berhati-hatilah)
3. Be Patient! (Bersabarlah)

Kalimat Perintah Nominal yang Negatif :
1. Don’t Be Angry! (Jangan Marah!)
2. Don’t Be Naughty! (Jangan Nakal!)
3. Don’t be Noisy! (Jangan Ribut!)

 

METODE PENGAJARAN BAHASA INGGRIS

Standard

METODE PENGAJARAN BAHASA INGGRIS

 

  1. 1.  Metode Langsung (Direct Method)

 

Direct artinya langsung. Direct method atau model langsung yaitu suatu cara mengajikan materi pelajaran bahasa asing di mana guru langsung menggunakan bahasa asing tersebut sebagai bahasa pengantar, dan tanpa menggunakan bahasa anak didik sedikit pun dalam mengajar. Jika ada suatu kata-kata yang sulit dimengerti oleh anak didik, maka guru dapat mengartikan dengan menggunakan alat peraga, mendemontstrasikan, menggambarkan dan lain-lain.

Metode ini berpijak dari pemahaman bahwa pengajaran bahasa asing tidak sama halnya dengan mengajar ilmu pasti alam. Jika mengajar ilmu pasti, siswa dituntut agar dapat menghafal rumus-rumus tertentu, berpikir, dan mengingat, maka dalam pengajaran bahasa, siswa/anak didik dilatih praktek langsunng mengucapkan kata-kata atau kalimat-kalimat tertentu. Sekalipun kata-kata atau kalimat tersebut mula-mula masih asing dan tidak dipahami anak didik, namun sedikit demi sedikit kata-kata dan kalimat itu akan dapat diucapkan dan dapat pula mengartikannya.

Demikian halnya kalau kita perhatikan seorang ibu mengajarkan basah kepada anak-anaknya langsung dengan mengajarinya, menuntunnya mengucapkan kata per kata, kalimat per kalimat dan anaknya menurutinya meskipun masih terihat lucu. Misalnya ibunya mengajar “Ayah” maka anak tersebut menyebut “Aah” dan seterusnya. Namun lama kelamaan si anak mengenali kata-kata itu dan akhirnya ia mengerti pula maksudnya

Pada prinsipnya metode langsung (direct method) ini sangat utama dalam mengajar bahasa asing, karena melalui metode ini siswa dapat langsung melatih kemahiran lidah tanpa menggunakan bahasa ibu (bahasa lingkungannya). Meskipun pada mulanya terlihat sulit anak didik untuk menuirukannya, tapi adalah menarik bagi anak didik.

Ciri-ciri metode ini adalah :
Materi pelajaran pertama-tama diberikan kata demi kata, kemudian struktur kalimat
Gramatika diajarkan hanya bersifat sambil lalu, dan siswa tidak dituntut menghafal rumus-rumus gramatika, tapi yang utam adalah siswa mampu mengucapkan bahasa secara baik
Dalam proses pengajaran senantiasa menggunakan alat bantu (alat peraga) baik berupa alat peraga langsung, tidak langsung (bnda tiruan) maupun peragaan melalui simbol-simbol atau gerakan-gerakan tertentu
Setelah masuk kelas, siswa atau anak didik benar-benar dikondisikan untuk menerima dan bercakap-cakap dalam bahasa asing, dan dilarang menggunakan bahasa lain.

Kebaikan metode langsung (Direct)

Metode langsung (direct) dilihat dari segi efektivitasnya memiliki keunggulan antara lain, Siswa termotivasi untuk dapat menyebutkan dan mengerti kata-kata kalimat dalam bahasa asing yang diajarkan oleh gurunya, apalagi guru menggunakan alat peraga dan macam-macam media yang menyenangkan
Karena metode ini biasanya guru mula-mula mengajarkan kata-kata dan kalimat-kalimat sederhana yang dapat dimengerti dan diketahui oleh siswa dalam bahasa sehari-hari misalnya (pena, pensil, bangku, meja, dan lain-lain), maka siswa dapat dengan mudah menangkap simbol-simbol bahasa asing yang diajarkan oleh gurunya.
Metode ini relatif banyak menggunakan berbagai macam alat peraga : apakah video, film, radio kaset, tape recorder, dan berbagaimedia/alat peraga yang dibuat sendiri, maka metode ini menarik minat siswa, karena sudah merasa senang/tertarik, maka pelajaran terasa tidak sulit
Siswa memperoleh pengalaman langsung danpraktis, sekalipun mula-mula kalimat yang diucapkan itu belum dimengerti dan dipahami sepenuhnya
Alat ucap / lidah siswa/anak didik menjadi terlatih dan jika menerima ucapan-ucapan yang semula sering terdengar dan terucapkan

Kekurangan-kekurangan metode langsung (Direct)
Pengajaran dapat menjadi pasif, jika guru tidakdapat memotivasi siswa, bahkan mungkin sekali siswa merasa jenuh dan merasa dfongkol karena kata-kata dan kalimat yang dituturkan gurunya itu tidak pernah dapat dimengerti, karena memang guru hanya menggunakan bahasa asing tanpa diterjemahkan ke dalam bahasa anak.
Pada tingkat-tingkat permulaan kelihatannya metode ini terasa sulit diterapkan, karena siswa belum memiliki bahan (perbendaharaan kata) yang sudah dimengerti
Meskipun pada dasarnya metode ini guru tidak boleh menggunakan bahasa sehari-hari dalam menyampaikan bahan pelajaran bahasa asing tapi pada kenyataannya tidak selalu konsisten demikian, guru terpaksa misalnya menterjemahkan kata-kata sulit bahasa asing itu ke dalam bahasa anak didik.

Metode ini sebenarnya tepat sekali digunakan pada tingkat permulaan maupun atas karena si siswa merasa telah memiliki bahan untuk bercakap/cercicara dan tentu saja agar siswa betul-betul merasa tertantang untuk bercakap/berkomunikasi; maka sanksi-sanksi dapat ditetapkan bagi mereka yang menggunakan bahasa sehari-hari.

 

  1. 2.  Metode Berlitz (Berlitz Method)

 

Metode Berlitz (Berlitz Metode) adakah metode langsung (Direct Method) yang selalu digunakan di sekolah-sekolah Berlitz sebagai metode utama.

Semua sekolah-sekolah Berlitz menggunakan metode langsung (direct Method) ini dalam pengajaran bahasa-bahasa asing di sekolahnya dan bnyak lagi sekolah-sekolah lain di Amerika dan Eropa yang secara rutin menerapkan metode ini.

Mereka telah yakin bahwa metode inilah yang paling cocok dan paling berhasil untuk pengajaran bahasa asing agar lebih serasi dan mencapai kemampuan aktif berbahasa asing.

Karena itu metode langsung disebut juga dengan metode Berlitz, sebab sekolah-sekolah berlitz lebih banyak mempopulerkan pemakaian metode ini secara kontinu dan mereka ternyata memang berhasil sangat baik.

 

  1. 3.  Metode Alami (Natural Method)

 

Metode alami (Natural Method) disebut demikian karena dalam proses belajar, siswa dibawa ke alam seperti halnya pelajaran bahasa ibu sendiri

Dalam pelaksanaannya metode ini tidak jauh berbeda dengan metode langsung (direct) dimana guru menyajikan materi pelajaran langsung dalam bahasa asing tanpa diterjemahkan sedikitpun, kecuali dalam hal-hal tertentu di mana kamus dan bahasa anak didik dapat digunakan.

Ciri Metode Natural ini antara lain :
Urutan pelajaran mula-mula diberikan melalui menyimak/mendengarkan (listening) baru kemudian percakapan (speaking), membaca (reading) menulis atau (writing) terahir baru gramatika
Pelajaran disajikan mula-mula memperkenalkan kata-kata yang sederhana yang telah diketahui oleh anak didik, kemudian memperkenalkan benda-benda mulai dari benda-benda yang ada di dalam kelas, dirumah dan luar kelas, bahkan mengenal luar negeri atau negara-negara asing terutama Timur Tengah.
Alat peraga dan kamus yang dapat digunakan sewaktu-waktu sangat diperlukan, misalnya untuk menjelaskan dan mengartikan kata-kata sulit dalam bahasa asing, dan memperbanyak perbendaharaan kata-kata atau memperkaya Vocabulary sebagai syarat utama menguasai bahasa asing
Oleh karena kemampuan dan kelancaran membaca dan bercakap-cakap sangat diutamakan dalam metode ini maka pelajaran gramatikal (tata bahasa) kurang diperhatikan
Kebaikan Metode Natural

Kebaikan metode ini antara lain :
Pada tingkat lanjutan metode ini sangat efektif, karena setiap individu siswa dibawa ke dalam suasana lingkungan sesungguhnya untuk aktif mendnegarkan dan menggunakan percakapan dalam bahasa asing
Pengajaran membaca dan bercakap-cakap dalam bahasa asing sangat diutamakan, sedangkan pelajaran gramatika diajarkan sewaktu-waktu saja
Pengajaran menjadi bermakna dan mudah diserap oleh siswa, karena setiap kata dan kalimat yang diajarkan memiliki konteks (hubungan) dengan dunia (kehidupan sehari-hari) siswa/anak didik

Segi kekurangan metode ini antara lain :
Siswa merasa kesulitan belajar apabila belum memiliki bekal dasar bahasa asing terutama pada pada tingkat-tingkat pemula, sehingga penggunaan/ pemakaian bahasa asli siswa tidak dapat dihindari. Dengan demikian tujuan semua dari metode ini untuk membaca dan bercakap-cakap selalu dalam bahasa asing sulit diterapkan secara murni, tapi harus diterapkan secara konsekuen
Pada umumnya anak didik dan guru bersikap tradisional mengutamakan gramatika lebih dahulu daripada membaca dan percakapan sesuatu hal yang salah secara alamiah yang amat perlu diubah
Pada umumnya pengajaran bahasa asing di sekolah-sekolah kita sangat terasa kekurangan macam-macam media/alat peraga yang diperlukan; yang seyogyanya para guru harus aktif membuatnya
Guru yang kurang memiliki kemampuan dan pengalaman praktis dalam berbahasa asing merupakan faktor sulitnya diterapkan dan berhasil secara baik metode tersebut. Guru haruslah seorang yang aktif berbicara di dalam bahasa asing tersebut, barulah murid-muridnya akan mampu pula aktif di dalam belajar (praktek) bahasa.

 

 

  1. 4.  Metode Percakapan (Conversation Method)

 

Yaitu mengajarkan bahasa asing seperti bahasa Inggris, bahasa Arab atau bahasa-bahasa lainnya yang cara langsung mengajak murid-murid bercakap-cakap/berbicara di dalam bahasa asing yang sedang diajarkan ini. Tentunya dimulai dengan kata-kata atau kalimat-kalimat atau ungkapan-ungkapan yang biasa berlaku pada kegiatan-kegiatan sehari-hari, seperti : Good Morning, How are you? What are you doing? Can you speak English? Dan sebagainya; atau kalimat-kalimat, percakapan di dalam kelas di sekitar sekolah, dirumah di kantor dan sebagainya; semakin lama semakin meluas dan beragam.

Yang namanya berbahasa itu ialah berbicara (sebagai fungsi pokok bahasa); peran kedua barulah membaca/memahami tulisan atau buku.

Jadi fungsi utama belajar bahasa asing itu ialah kemampuan berbahasa aktif, berkomunikasi lisan atau bercakap-cakap. Itulah tujuan utama atau target pokok mempelajari bahasa asing, disusul dengan kemampuan membaca dan memahami atau penguasaan pasif.

Oleh karena itu, metode utama dan pertama di dalam kegiatan belajar mengajar bahasa asing itu semestinya adalah Metode Percakapan (Conversation Method). Metode ini disejalankan dengan Direct Method dan Natural Method, yang pelaksanaanya dengan menerapkan fungsi dan prinsip-prinsip ketentuan dari tiap-tiap metode ini.

Di negara-negara maju seperti AS dan Eropa, orang menerapkan ketiga methode ini sebagai praktek utama ditambah lagi dengan alat peraga/audio visual aids yang mencukupi dan serasi sehingga dalam waktu satu semester telah mampu mengunjungi negara dari bahasa bangsa yang dipelajari, belajar dan praktek selama 1 tahun telah langsung mampu menulis disertai di dalam bahasa asing tersebut.

Jadi disamping metodenya yang serasi, medianya dan buku-buku yang lengkap, gurunya punya kepabelitas tinggi, muridnya pun perlu bersungguh-sungguh belajar serta cerdas. Tanpa keempat syarat tersebut terpenuhi maka orang bertahun-tahun bahkan belasan tahun belajar bahasa asing.

 

  1. 5.  Metode Phonetic (Mendengar dan Mengucapkan)

 

Metode ini mengutamakan ear training dan speak training yaitu cara menyajikan pelajaran bahasa asing melalui latihan-latihan mendengarkan kemudian diikuti dengan latihan-latihan mengucapkan kata-kata dan kalimat dalam bahasa asing yang sedang dipelajari.

Metode Phonetic ini dapat dikatakan gabungan dari dua metode Natural dan Reading diatas. Dimana mula-mula menurut metode ini pelajaran dimulai dengan latihan-latihan mendengar kemudian diikuti dengan latihan-latihan mengucapkan kata-kata atau kalimat-kalimat dalam bahasa asing. Kemudian disusul latihan-latihan membaca (reading and conversation).

Langkah-langkah pelaksanaan metode ini yang dapat dilakukan :
Guru membacakan bacaan-bacaan bahasa asing di depan kelas, atau membuka/menghidupkan acara bacaan berupa radio kaset/video, siswa mendengarkan dan memperhatikan baik-baik acara bacaan ini dengan cermat, serius (tidak ada yang main-main saat pembacaan itu), siswa harus memperhatikan betul langgam dan intonasi, serta gerak-gerik bentuk mimik tertentu dalam bacaan
Seri-seri dalam bacaan itu hendaknya disusun sedemikian rupa sehingga menjadi bahan bacaan yang sempurna/berkelanjutan
Guru dapat menghentikan seri-seri tertentu jika seri pelajaran tersebut sudah dianggap selesai dan dikuasai oleh anak didik, kemudian dapat dilanjutkan pada session/seri berikutnya
Setelah pelajaran membaca selesai, maka latihan percakapan dapat dilakukan. Misalnya percakapan-percakapan yang sifatnya mula-mula sederhana, setelah itu menuju pada percakapan yang kompleks/lebih sulit
Untuk memperjelas ucapan dan percakapan, maka metode ini dianjurkan untuk menggunakan alat peraga/media pengajaran
Pada setiap akhir materi pelajaran, guru hendaknya memberikan latihan-latihan praktis membaca dan larihan bercakap-cakap pada masing-masing anak didik, dan jangan lupa guru dapat memberikn berbagai catatan-catatan khusus, kesimpulan-kesimpulan dan juga nasihat-nasihat berupa dorongan (memberi motivasi bagi anak didik) supaya belajar sungguh-sungguh, rajin dan rutin tiap hari latihan (PR)
Kebaikan-kebaikan Metode Phonetic
Metode ini mengajarkan kemampuan membaca anak didik dengan lancar dan fasih sekaligus kemampuan percakapan, banyak latihan-latihan dialog dan menulis (dikte)
Siswa menyimak kesalahan bacaan dan percakapan dari guru atau teman sekelasnya, untuk kemudian diubah dan diperbaiki letak-letak kesalahannya itu
Kekurangan-kekurangan Metode Phonetic
Metode ini memerlukan kesungguhan dan keahlian (profesional) dari pihak guru. Disamping perencanaan dan waktu harus matang
Pada tingkat-tingkat pemula (pertama) metode ini masih sulit diterapkan, terutama bagi anak-anak yang belum memiliki bekal (basic) bahasa asing yang cukup memadai, sebab itu perlu memotivasi murid dan mengajar secara komunikatif
Kalau seri-seri pelajaran tidak disusun dan direncanakan sedemikian rupa, maka pelajaran dan penguasaan materi bagi siswa menjadi mengambang; misalnya materi pelajaran membaca diberikan sedikit, juga percakapan pun serba tanggung. Oleh sebab itu pengaturan waktu dan materi hendaknya diatur sedemikian rupa, sehingga keduanya dikuasai.

 

  1. 6.  Metode Practice – Theory

 

Metode ini sesuai dengan namanya, lebih menekankan pada kemampuan praktis dari teori. Perbandingan dapat berupa 7 unit materi praktis dan 3 unit materi yang bersifat teoritis. Belajar bahasa asing lebih dulu dan mengutamakan praktek, lalu diiringi dengan teori (tata bahasa).

Jadi disini yang dipentingkan adalah bagaimana siswa/anak didik dapat mampu berbahasa asing itu secara praktis bukan teoritis. Oleh sebab itu pengajaran harus diarahkan pada kemampuan komunikatif atau percakapan, sedangkan gramatika dapat diajarkan sambil lalu saja.

Pada tingkat-tingkat awal materi pelajaran praktis dapat dipilih dan diterapkan pada hal-hal yang sederhana, apakah itu lewat percakapan sehari-hari yang ada hubungannya dengan dunia sekolah anak didik atau lingkungan rumah tangga dan masyarakat lebih luas atau dapat pula menyebutkan rincian nama-nama benda dan kata kera sebagai dasar pembentukan bahasa percakapan.

Sedangkan pada tingkat lanjutan atas materi pelajaran dikembangkan lebih luas dan kompleks melalui percakapan teoritis dan penalaran ilmiah.

Kelebihan-kelebihan Metode Practice-Theory :
Siswa memperoleh ketrampilan langsung atau praktis dalam berbahasa asing
Siswa merasa tidak dipusingkan oleh aturan-aturan atau kaidah-kaidah gramatikal karena pelajaran gramatikal hanya diajarkan sambil lalu, sebagai penajam pemahaman
Pengajaran dapat dinamis (hidup) dan menyenangkan, apalagi sesekali guru dapat menyelingi dengan percakapan lucu dan media peragaan yang menarik
Paling sesuai dengan alamiah tujuan pengajaran bahasa : yang disebut berbahasa itu ialah berbicara, berkomunikasi lisan

Kekurangan-kekurangan Metode Ptactice Theory
Memerlukan guru yang betul-betul mahir dan aktif berbahasa asing
Pada tingkat-tingkat dasar (awal) metode ini masih sulit diterapkan karena perbendaharaan kata dan bahasa anak didik masih terbatas, bahkan terasa kaku. Guru harus memperbanyak menghafalkan pola-pola kalimat yang baik kepada murid-murid
Pada umumnya kemampuan aplikatif bahasa asing anak didik sangat ditentukan oleh faktor motivasi dari pihak guru disamping gaya dan simpatik kepribadian guru. Dan ini jarang dimiliki dalam satu pribadi guru. Guru perlu sering memotivasi anak didik disela-sela mengajar bahasa asing (Inggris/Arab)
Kekurangan media peraga sebagai penguat persepsi dan ingatan dapat merupakan sisi lain kekurangan metode ini.

 

  1. 7.  Metode Membaca (Reading Method)

 

Metode membaca (Reading Method) yaitu menyajikan materi pelajaran dengan cara lebih dulu mengutamakan membaca, yakni guru mula-mula membacakan topik-topik bacaan, kemudian diikuti oleh siswa anak didik. Tapi kadang-kadang guru dapat menunjuk langsung anak didik untuk membacakan pelajaran tertentu lebih dulu, dan tentu siswa lain memperhatikan dan mengikutinya.

Teknik metode membaca (Reading Method) ini dapat dilakukan dengan cara guru langsung membacakan materi pelajaran dan siswa disuruh memperhatikan/ mendengarkan bacaan-bacaan gurunya dengan baik, setelah itu guru menunjuk salah satu di antara siswa untuk membacakannya, dengan jalan berganti-ganti (bergiliran).

Setelah masing-masing siswa mendapat giliran membaca, maka guru mengulangi bacaan itu sekali lagi dengan diikuti oleh semua siswa hal ini terutama pada tingkat-tingkat pertama; lalu kemudian guru mencatatkan kata-kata sulit atau baru yang belum diketahui siswa di papan tulis untuk dicatat di buku catatan untuk memperkaya perbendaharaan kata-kata dan begitulah selanjutnya, hingga selesai topik-topik yang telah ditetapkan/ditentukan.
Kebaikan Metode Reading/Membaca

Jika dibandingkan dengan metode-metode lain, maka metode ini memiliki segi kelebihan/kebaikan-kebaikan antara lain :
Siswa dapat dengan lancar membaca dan memahami bacaan-bacaan berbahasa asing dengan fasih dan benar
Siswa dapat menggunakan intonasi bacaan bahasa asing sesuai dengan kaidah membaca yang benar
Tentu saja dengan pelajaranmembaca tersebut siswa diharapkan mampu pula menerjemahkan kata-kata atau memahami kalimat-kalimat bahasa asing yang diajarkan, dengan demikian pengetahuan dan penguasaan bahasa anak menjadi utuh
Kekurangan Metode Reasing/Membaca
Pada metode membaca ini, untuk tingkat-tingkat pemula terasa agak sukar diterapkan, karena siswa masing sangat asing untuk membiasakan lidahnya, sehingga kadang-kadang harus terpaksa untuk berkali-kali menuntun dan mengulang-ulang kata dan kalimat yang sulit ditiru oleh lidah siswa yang bukan dari bahasa asing yang sedang diajarkan. Dan dengan demikian metode ini relatif banyak menyita waktu.
Dilihat dari segi penguasaan bahasa, metode reading lebih menitikberatkan pada kemampuan siswa untuk mengucapkan/melafalkan kata-kata dalam kalimat-kalimat bahasa asing yang benar dan lancar. Adapun arti dan makna kata dan kalimat kadang-kadang kurang diutamakan. Hal ini dapat berarti pengajaran terlalu bersifat Verbalisme
Pengajaran sering terasa memboankan, terutama apabila guru yang mengajarkan tidak simpatik/metode diterapkan secara tidak menarik bagi siswa. Dari segi tensi suarapun kadang-kadang cukup menjenuhkan karena masing-masing guru dan siswa terus-menerus membaca topik-topik pelajaran. Oleh karena metode ini memiliki segi kekurangan yang berarti, maka perlu diperhatikan hal-hal yang berikut :
Hendaknya pokok-pokok materi yang akan disajikan senantiasa disesuaikan dengan taraf perkembangan dan kemampuan siswa pada tingkat tertentu. Pilih topik dan materi pelajaran yang menarik hati bagi para siswa/yang sesuai dengan keinginan jiwa mereka
Untuk menghindari verbalisme dalam pengajaran maka guru hendaknya dapat mengartikan/menerjemahkan kata-kata atau kalimat-kalimat yang belum dimengerti/pahami siswa dalam bacaan-bacaan tersebut
Pada umumnya alat peraga/media pengajaran berupa pengeras suara, radio tape/kaset, video dan alat-alat sejenisnya sangat membantu mempercepat/ memperlambat lidah/bacaan siswa. Disamping itu dengan alat peraga, pengajaran menjadi menarik dan tidak membosankan.
Buku-buku bacaan dapat dipilih dan disusun sedemikian rupa hingga menarik/menyenangkan siswa. Pada umumnya bacaan berupa novel, cerpen (cerita-cerita), pepatah, hikmah-hikmah dalam bahasa asing, ilmu pengetahuan dan lain-lain sangat menarik untuk bahan bacaan, terutama pada tingkat-tingkat pemula, pada tingkat-tingkat lanjutan bacaan-bacaan dapat diarahkan pada yang bersifat ilmiah/pemikiran.

 

  1. 8.  Metode Bicara Lisan (Oral Method)

 

Metode ini adalah hampir sama dengan metode phonetic dan reform method, tetapi pada orak method adalah menitikberatkan pada latihan-latihan lisan atau penuturan-penutuan dengan mulut. Melatih untuk bisa lancar berbicara (fluently), keserasian dan spontanitas

Melatih lisan/mulut agar pengucapan bahasa asing itu bisa tepat bunyi, tidak kedengaran janggal. Latihan-latihan Sistem bunyi melalui bibir, melatih tepatnya keluarnya huruf-huruf kerongkongan, huruf-huruf di ujung atau di pangkal lidah dan sebagainya

Latihan-latihan menyusun kata-kata membuat kalimat sendiri dan sebagainya, semua dilakukan dengan mengaktifkan bicara lisan, oral, speaking

Target yang hendak dicapai melalui metode ini ialah keammpuan dan kelancaran berbahasa lisan atau berbicara lisan atau berkomunikasi langsung sebagai fungsi utama bahasa

Prinsip metode ini ialah :

a. Teach the language, don’t teach only about the language
b. Don’t teach only about the languange